Senin, 21 Desember 2015

PEMBUNUH DALAM TOPENG

Aku tertegun didepan pintu kamarku yang gelap nan pengap itu , memikirkan apa yang terjadi dibaliknya , keringat dingin mengucur deras diseluruh tubuh . kurasakan , bernar benar kurasakan tubuhku telah bermandikan keringat , gemetar mendengar langkah sepatu berarian kesana kemari di lantai kayu , suara seretan besi atau entah apa itu , pukulan , serta teriakan ayah dan ibu yang merintih kesakitan , membuatku lemas sekaligus merinding.

Gemetar.... Tak bisa kubayangkan apa yang terjadi pada mereka berdua.aku begitu takut... Badanku membatu , mataku terbelalak , nafasku tersengal .”gubrak” ... Suara bantingan pintu dari luar membuatku semakin kaget , seperti lemparan kayu mengenai pintu itu . terdengar suara seorang lelaki seperti sapi yang disembelih dari luar sana . Ya tuhan kataku dalam hati “apakkah itu ayah?” . Perlahan akupun memegang pegangan pintu , mendorongnya perlahan berbarengan dengan wajahku yang pucat pasih memantau keadaan ,begitu kacau.. Segalanya berserakan . Remang remang suasana ruang karena cahaya perapian . Tak ada lampu , lampu telah mati sejak sejam lalu , tubuhku masih bergetar. menengok kekanan , terlihat disana hanya lorong gelap yang diujungnya ada pintu terbuka . Menengok kekiri , betapa kagetnya ketika kulihat potongan tubuh ibu dari pinggang keatas tergeletak di lantai kayu itu dengan posisi terlentang .
Ususnya terkoyak , darah memenuhi ruangan . Di dinding , lantai , dan tempat lainnya . mulut ibu menganga , darah segar mengalir dari dalam mulut itu dan matanya menatap tajam keatas , merah . rahangnya terlihat bengkok kekiri , patah terkenna pukulan keras, sedang bagian pinggang kebawah berada 1 meter disampingnya dengan kondisi yang sama mengenaskannya bibirku serasa membeku melihatnya dan tak bisa ku pejamkan kedua mataku . Dengan napas yang semakin tersengal dan jantung yang terpompa aku aku mencoba menenangkan diri “hah...hah....hah....i..ini tidak nyata....ini tidak nyata” suaraku bergetar , ngeri pemandangan itu membuat jantungku seolah berhenti berdetak . Mulutku menganga , nafasku gemetaran tak tahu apa yang harus dilakukan . 1 detik , 2 detik , 3 , 4 , 5 dan enam detik aku terbengong . Aku pun segera keluar dari kamar itu dan memeluk potongan tubuh itu seraya menangis “buu...sadarlah , jangan tinggalkan aku sendiri bu ... “ memeluk potongan tubuh yang telah kaku , namun tak ada artinya lagi karena ibu tak dapat di bangkitkan kembali , rasa sedih , dan mual berbarengan menghampiriku . Tak lama kemudian , aku pun tersadar bahwa aku belum melihat ayah . aku menengok kekiri dan kekanan seraya memanggil manggilnya . “ayah , ayah ada dimana yah “ aku melepaskan mayat itu , dan segera bangkit dengan darah membasahi kedua tanganku “ayah...” teriakku . aku berjalan tak tentu arah dalam ruangan remang remang itu , kemudian menuju ke perapian . Menengok kesana kemari , ruangan itu dipenuhi oleh senjata tajam yang berserakan dimana mana , menancap disana sini , kelihatan sekali baru saja terjadi pertikaian , dan juga darah serta barang barang lain yang membuatnya seperti kapal pecah.
Aku menuju sofa didepan perapian . maka “haah??...a..a..yah??” kulihat disofa itu tergeletak entah tubuh atau bangkai dari ayah yang tertusuk lima mata pisau diwajahnya . Mulutku menganga ketika melihat mata pisau itu menancap pada matanya yang membuat bola mata itu robbek terbelah dua dan kepalanya yang terpisah dari tubuhnya memperlihatkan tulang leher , otot dan urat urat,dan terlihat jelas olehku dibalik remang remang cahaya api diperapian luka sayatan yang menganga pada dada ayah , tak cukup dengan itu , aku disuguhkan dengan dada yang terbuka , sehingga memperlihatkan seluruh isi bagian dalam tubuh ayah yang terburai mulai dari hati , paru paru ,hingga ususnya . Maka seketika itu juga muntah dann air mataku tak terbenduung lagi melihat mayat keduaanya .
Bibirku gemetar , gigiku berdetup , tubuhku gemetar semuanya bergetar . . aku benar benar tak tahu apa yang harus aku lakukan . Berteriak . Namun sayang teriakanku tak ada yang mendengarkan ..... Masih dalam tangiisan , beberapa waktu kemudian terdengar langkah kaki memasuki ruangan dari pintu dilorong gelap yang terbuka , bersamaan dengannya terdengar pula suara seretan besi entah itu kapak atau apa . Langkah kaki itu semakin mendekat ,akupun mulai panik sekaligus penasaran . maka aku bersembunyi dibalik sofa . Entah apa yang kulihat , apa itu manusia atau monster .
Tubuhnya begitu besar dibungkus dengan pakaian dari kain yang kasar seperti karung beras berwarna coklat dipenuhi darah disekujur tubuhnya . Aku tak dapat melihat wajahnya karena ditutupi oleh topeng yang sama warnanya . Dia menyeret sebuah pedang besar yang lebih panjang dan lebih lebar dari ukuran lengannya sendiri . Ia menengok kearah sofa tempat aku bersembunyi , maka dengan cepat aku pun menarik kepalaku dari situ , seolah tak menghiraukan , dia kemudian mendekati potongan tubuh ibu di dekat pintu kamar , aku benar benar cemas dengan apa yang akan ia lakukan terhadapnya . Ia mendekat, mulai mengangkat pedang besarnya yang berlumuran darah , pedang itu berdiri lurus diatas kepalanya. Jantungku semakin kencang berdegup. Nafasku semakin tersengal...dan “srak”...pedang itu telah berada dilantai. Dan kulihat langsung bagiamana tubuh ibuku yang malang telah terbelah dua lagi..
Aku merasa seperti terjatuh kesebuah jurang tanpa dasar melihat ibu yang aku sayangi di potong potong seperti daging sapi didepan mataku. Air mataku benar benar tak bisa terbendung . DAN LAGI , ia kembali mengangkat pedangnya , dan terjatuh kembali... Suara dari daging dan tulang yang dipotong itu benar benar mengerikkan. Kini potongan tubuh itu telah terbagi menjadi empat bagian. Tak terlihat lagi wajah indah ibu , matanya terlepas barbarengan dengan otak yang berwarna putih dan juga darah mencuat , memercik dari tubuh itu. Melihat pemandangan menyedihkan dan menjijikkan itu maka akupun berdiri seraya mencabut pisau daging yang ada disofa . Aku berdiri didepan perapian .”hei..” kataku meneriaki makhluk berbadan besar itu. Seketika ia menengok dan menatapi aku dari balik topengnya. Meskipun aku tak tahu apa yang harus aku lakukan aku berusaha memberanikan diri untuk melawannya. “dasar kurang ajar....lawan aku”. Dengan nada yang begitu meyakinkan aku menantangnya sambil berteriak dengan sangat keras “lawan akuuuuu”. Maka diangkatnya kakinya dan berlari kearahku sampil menyeret pedang besarnya itu.
Dengan bergegas aku melempar pisau daging ditanganku kearahnya . pisau melayang dan mengenai dada bagian kirinya , namun yang aneh ia sama sekali tak merasakan sakit apalagi terjatuh dan terus berlari kerahku , aku semakin panik dibuatnya , kulihat ada kapak besar dilantai , maka kuangkat kapak itu . namun begitu aku bangkit , sosok besar itu telah berada di hadapanku aku begitu terkejut .. benar benar panik melihahtnya , maka ditendangnya perutku dan aku terpental kesamping perapian. Tubuhku menimpa sebuah tempat senapan. Ia tak mengeluarkan suara sama sekali. Aku merasakan sakit yang teramat sangat dipunggung dan perutku karena terndangan itu. Kemudian aku melihat sebuah senapan gajah dan selongsong peluru berada disampingku , dengan cekatan kuambil senapan itu berikut pelurunya .segera kubuka senjata itu dan mengisi peluru.
Namun terlambat , si monster telah berada didepanku lagi . ia mengarahkan pedangnya searah sabit bermaksud memutuskan leherku , namun aku tak kalah cepat darinya , segera aku membungkuk dan menendang kakinya . ia terjatuh . dan aku berusaha berlari sambil membawa senapan , si monster kemudian menarik pisau disampingnya dan menusuk betiisku . “akkhhh” teriakku. Maka kupukulkan senapan gajah yang panjang itu kekepalanya namun itu seolah tak mempan. Ditariknya kakiku dan aku terjatuh kebelakang “akh..”rintihku .dengan pisau tadi ia merangkak berusaha menusukku. Maka kutendang wajahnya . satu kali , dua kali hingga dia terpental kebelakang...”hmmmmm...”dia menggeram . aku berusaha bangkit dengan kaki yang terluka aku berusaha berlari menuju lorong , kakiku pincang . Dan... Darah segar keluar dari kaki. Akhh sakit sekali rasanya “toloooong....Toloooong “teriakku . aku menengok kebelakang dan “bruuk”. stick baseball telah melayang diwajahku . ...... “ah,...hah...hah....hah...”.perlahan lahan kubuka mataku , “aduh” kepalaku terasa amat berat . “bau busuk apa ini??”...tercium bau bangkai entah darimana asalnya , maka akupun mengangkat kepalaku kulihat kkebelakang dan ternyata aku berada pada sebuah kursi dan tanganku telah diikat kakiku juga . entah dimana aku berada , namun jelasnya itu seperti tempat penjagalan karena ada banyak darah didinding dan lantai , namun aku terkejut ketika melihat apa yang tergantung dilangit langit . bukan babi , sapi , atau kambing melainkan manusia yang seluruh isi perutnya telah dikeluarkan menyisakan daging , kulit dan tulang . seketika seluruh isi perutku keluar dan jatuh kelantai . tiba tiba.... suara pintu dibuka . langkah sepatu mendekat kearahku . aku menengok kekanan dan kulihat si monster berjalan melewatiku dan menuju meja di sebelah kanan ruangan bercat putih itu . “hei .... siapa kamu??” tanyaku kesal . namun ia tak menjawab ia mengambil pisau daging yang ada di meja itu dan mengasahnya.”siapa kamu , jawab aku!” kuteriaki dia . namun telinganya seolah tuli . “mengapa kau membunuh orang orang ini dan orang tuaku??” . “hahahahaha.....”.tiba tiba ia tertawa dengan kerasnya seperti mengejek apa yang aku tanyakan . “hahahahahahahaha..........hahahahahaha” . “siapa....” . “diam” . bentaknya . kemudian ia membuka topengnya dan ....”aaahhhh....bapak....keppala...pelayan?”.”tapi...kenapa??”..aku benaar benar terkejut dengan apa yang aku lihat itu . tak kusangka bahwa orang yang telah melakukan pembunuhan tragis itu ternyata adalah kepala pelayan rumah kami . “haahaha....kau ingin tahu kenapa aku membunuh orang tuamu??” . “hah....aku telah bekerja kepada orang tuamu dan kakekmu selama 25 tahun , dan aku tahu semua tentang apa yang telah dilakukan perusahaan busuknya itu “ .katanya dengan wajah geram dibalik kumisnya yang tebal . “apa maksudmu?” tanyaku . apa kau tidak pernah berpikir , bagaimana orang tuamu mendapatkan kekayaan mereka?”..”sungguh licik ... mereka rela membunuh semua orang tak berdosa hanya demi kepentingan mereka sendiri .”...”dan kau tahu? Saat itu mereka melakukan suatu percobaan dengan membawa ratusan warga desa kami untuk dijadikan kelinci percobaan obat obatan perusahaan itu .”...ia berhenti sejenak dan melanjutkan kembali “haha...dan kau tahu apa yang terjadi kepada semua kelinci percobaan itu??”...”mereka terkena virus aneh yang mengbah kulit mereka menjadi memar , kemudian virus itu memngarah ke saraf mereka dan akhirnya virus itu berkembang dan meledakkan kepala mereka semua “. “Dan semua warga itu adalah keluargaku....kau tahu itu...sekarang sah sah saja apabila aku menuntut balas kepadamu,dengan merenggut apa yang menjadi miliknya . maka , akupun menunggu saat saat yang tepat untuk masuk kedalam keluarga marcell(kakek tokoh utama) , kebetulan ketika itu aku hidup dijalanan . kemudian mungkin karena tuhan mengutusku untuk ini , akhirnya dia membawaku kerumahnya untuk tinggal bersamanya dan menjadikanku sebagai pelayan ... dan ayahmu yang sombong itu...hahaha...sungguh pria yang sangat menyebalkan , dia selalu membuatku terlihat bodoh didepan semua orang . teman temannya , rekan rekannya dan semua orang lain”.wajahnya terlihat sangat marah seakan dia akan melumat utuh tubuhku . kemudian aku mulai mengerti dengan apa yang ia bicarakan . rasa takutku kini mulai hilang perlahan lahan . “kurasa ..... aku mengerti apa yang kau bicarakan tuan randy !”....”hah...bagaimana kau bisa mengerti??” tanyanya . “yang kau maksud mungkin adalah kejadian 13 september 25 tahun yang lalu . saat gagalnya percobaan yang dilakukan oleh IHC (international health company) . “hah??...apa maksudmu??”...”memang TRH (total research of health ) sebelumnya bekerja sama dengan IHC , dalam pengembangan proyek obat obatan yang mmenurut mereka mampu mencegah dan mengobati lepra pada saat itu , maka kemudian keduanya membentuk lembaga riset yang menyelidiki apa penyebab dari penyakit lepra itu , namun entah kenapa kemudian IHC ingin agar percobaan dilakukan langsung kepada manusia . maka kakekku marcell sangat menentang keinginan pimpinan IHC itu . maka segera sebulan sebelum kejadian mengerikkan itu kakek menghentikan kerjasama antara TRH dan IHC ". "a...."..."kau bohong!!!"...dia seolah tak terima dengan apa yang aku katakan . "aku tidak berbohong....setelah saat itu kakekku berusaha untuk mengungsikan semua penduduk desa ketempat yang aman , namun ia dijebak oleh para anak buah IHC . dan akhirnya terjadilah hal itu . kakekku tak bisa berbuat apa apa . karena pada saat itu perusahaan juga telah direbut oleh IHC .lalu setelah kejadian itu , kakek berusaha untuk menemukan korban selamat dari kejadian tragis itu . maka ditemukanlah kau...".aku menjelaskan panjang lebar cerita itu kepadanya , berusaha membuatnya percaya . namun ia nampak tak perduli dengan apa yang aku katakan . si pelayan itu kemudian mengambil pisau da
ging yang tadi ia asah dan mengacungkannya keleherku . aku benar benar gugup , wajahku pucat dibuatnya . lalu aku berusaha berpikir jernih , untuk mengulur waktu "lalu a....apa hubungan mayat mayat ini dengan semuanya?" tanyaku . "mereka adalah antek antek yang membantu marcell dalam penghancuran". ..aku berusaha mengalihkan perhatiannya sementara tanganku dari belakang berusaha melepaskan diri.."hah??kenapa kau bisa begitu kejam??..jika kau ingin merubah dunia , maka tak seharusnya kau melakukan ini , orang orang justru akan menganggapmu tak pantas untuk diberi ampun ".."hahahaha....persetan dengan itu semua...biarkan saja semua orang menganggap aku ini pembunuh gila , asalkan dendamku dapat terbalaskan.." . dia berkata dengan santainya dengan wajah kasarnya itu . "jika kamu melakukan ini karena dendam , maka kamu tak akan pernah menemukan kedamaian yang sesungguhnya , karena rasa dendam hanya akan tumbuh lagi dan lagi dan kau tak akan pernah puas membunuh bakan orang orang yang tak ada hubungannya dengan semua ini . soal yang aku katakan tadi , jika kau tak percaya padaku , aku punya bukti pembatalan kerja sama dan foto foto IHC . "....."diam kau bodoh.." bentaknya.."sudah...sekarang waktunya kau mati...".diangkatnya pisau daging ukuran besar yang ada ditangannya . dan ia jatuhkan ayunannya untuk membelah dua kepalaku , seketika itu juga aku menarik tanganku dari belakang yang telah terlepas beberapa waktu lalu .dan kupukuli hidungnya sekeras kerasnya hingga si kepala pelayan itu jatuh dan mengerang memegangi hidungnya .. "aaaaauuuuuuuuuuuu" erangnya dengan sangat keras . maka cepat cepat ku lepaskan ikatan dikakiku dan berlari menuju pintu keluar . namun tanpa kusadari dipinu ternyata telah menunggu orang lain disana , yaitu lelakinya yang bernama henry yang juga pelayan dirumah . "tangkap dia.." pintah kepala pelayan . maka henry memasang tubuhnya didepan pintu . langkahku terhenti diantara dua orang pembunuh . napasku tersengal sengal aku menatap kepada masing masing dari mereka . henry maju kepadaku dengan menenteng stick baseball "bagaimana ini?" pikirku . begitu pula dengan sikepala pelayan dengan setelan baju karung beras coklat yang tebal itu . aku terdiam dan terpikir olehku satu jalan , begitu jarak keduanya sama dekat maka henry mulai mengayunkan stcik baseball itu dan mengarahkannya kepadaku , aku merunduk dan pukulan itu tepat mengenai rahang si pelayan . "akkkkhhh....kurang ajar , siapa yang kau pukul??" teriak si pelayan . aku melihat pisau daging yang tadi di pegang si pelayan dan bergegas mengambilnya keduanya mengejarku terlambat karena pisau itu telah berada di tanganku . maka aku menghadap kepada mereka dan dengan sekali ayunan aku lemparkan pisau itu ke arah si pelayan , pisau melesat dengan sangat cepat hampir mengenai wajajh si pelayan namun ia berhasil menghindar , maka henry terpaksa menjadi korban , kulihat sekilas pisau tepat menancap keluar kepala bagian belakangnya , matanya melongok kepadaku dengan sangat tajam darah mengucur deras dari wajahnya , namun ia belum sempat bersuara . sang ayah menatapi sang anak , ia terlihat kaget " haaah?....henry" ia panik sekali ."henry...bangun nak....henry,,henry..."..aku menatapi orang tua itu dengan penuh rasa curiga dan napas yang keluar masuk dengan cepat . si kepala pelayan terdiam , napasnya mulai terdengar seperti banteng yang sedang mengamuk ditambah badannya yang besar diselimuti setelan penuh darah itu . "kaku telah membunuhnya....hah..hah...hah...hah." katanya dengan sangat kesal "kenapa.....kenapa kau melakukan itu anak kurang ajar!!". Kepala pelayan itu teramat marah kepadaku . dia bangkit , dan segera menuju kearahku . namun aku telah memegangi linggis dibelakangku sesaat ketika ia sibuk dengan anaknya itu . ia tak melihat gelagatku . ia semakin mendekat dan mendekat . maka ketika jaraknya mencapa kira kira 1 meter kuangkat linggis itu dan segera ku arahkkan tepat kekepalanya..."wiiissssssiiisssssisississsss" linggis melayang dan........tengkoraknya tembus membentuk lubang besar di kepalanya , darah mengalir iapun terjatuh mengenaskan dengan otak terbelah dua , tubuhnya bergoyang goyang seperti ekor cicak ... aku masih merasa takut namun lega karena sudah tidak ada lagi pembunuh aneh yang gila .... aku begitu lemas tiba tiba tubuhku terkulai...... Aku membuka mataku , rupanya polisi semalam telah datang kerumah sesaat setelah kejadian itu , dan mereka menemukan tubuhku di ruang bawah tanah . aku tak pernah menyangka bahwa rumahku memiliki ruang bawah tanah , bahkan ayah sekalipun tak tahu tentang itu , "tenanglah , semuanya sudah berakhir sekarang " . kata seorang perawat muda jelita kepadaku . "benarkah"tanyaku . "ya , begitulah tak ada lagi yang mengganggumu sekarang . kamu sudah aman , adi".ia berkata sambil tersenyum kepadaku . namun kejadian malam itu tak akan pernah hilang dalam benakku...selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar